Emiten properti PT Modernland Realty Tbk (MDLN), terus menggenjot pertumbuhan cadangan lahan (landbank) untuk ekspansi termasuk di kawasan industri Modern Cikande, Serang, Banten. Meski masih dalam tahap perhitungan, namun diproyeksikan luas lahan yang akan diakuisisi di Cikande bisa mencapai 100 hektare (ha) tahun ini, dengan estimasi kebutuhan dana sekitar Rp130 miliar.

Adapun MDLN menyatakan dana akuisisi lahan tersebut masuk dalam alokasi capex tahun ini sekitar Rp1,3 triliun. Nilai itu meningkat 33% dibanding capex pada 2014 sekitar Rp975 miliar. Dengan adanya alokasi belanja modal tersebut dapat memperkuat dana akuisisi lahan perseroan. Sampai dengan saat ini, total landbank milik perseroan di kawasan industri tersebut mencapai 368 hektare (ha). Dengan akan adanya penambahan landabank baru, maka total cadangan lahan milik perseroan menjadi 468 ha.

Sepanjang Januari-September 2014, MDLN berhasil meraup laba bersih sebesar Rp537,8 miliar atau Rp42,91 per saham atau merosot hingga 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp721,6 miliar atau Rp57,58 per saham. Penurunan tersebut disebabkan kenaikan beban pokok penjualan dan peningkatan beban keuangan hingga tiga kali lipat.

Meski pendapatan Modernland meningkat sekitar 62 persen menjadi Rp2,24 triliun, tetapi beban pokok penjualan juga melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp965,79 miliar sehingga laba kotor hanya meningkat 12,19 persen menjadi Rp1,2 triliun. Peningkatan beban pokok penjualan didorong harga beli tanah dan rumah tinggal yang juga naik hingga tiga kali lipat. Beban keuangan Modernland juga melonjak tiga kali lipat menjadi Rp294,3 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp106,9 miliar.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Kamis (5/2/15), saham MDLN dibuka pada level 520 dalam kisaran 520 – 530 dengan volume perdagangan saham MDLN  mencapai 12 juta lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham MDLN sejak pertengahan bulan November terlihat mengalami penguatan namun saat ini pergerakannya dalam koreksi dan masuki pusaran sideways, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan candlesticks membentuk Log Legged Doji di area Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh beli.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan MDLN dalam potensi konsolidasi lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju MDLN masih terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan MDLN. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp490 hingga target resistance di level Rp540.

 

Sumber :  www.vibiznews.com