Konsep hunian Small Office Home Office (SOHO) belakangan ini mulai merambah pasar properti Indonesia. Untuk memenuhi keperluan para profesional, eksekutif, maupun pengusaha muda ini, para pengembang tertarik untuk menerapkan konsep yang menggabungkan fungsi hunian dan usaha. Konsep SOHO benar-benar memberikan solusi bagi para pebisnis mengatasi kemacetan yang terjadi di pusat kota yang “membuang” waktu di jalan untuk bolak-balik dari rumah ke kantor.

Saat ini beberapa pengembang besar sudah mulai banyak menerapkan konsep SOHO, diantaranya : Agung Podomoro Land (APL) membangun SOHO Capital @ Podomoro City. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2015 dan dapat berfungsi di awal tahun 2016 mendatang. Gedung perkantoran berkelas premium grade A ini menjadi ikon di kawasan Superblok Podomoro City di Jakarta Barat. SOHO Capital dibangun di atas lahan  seluas 2,3 hektare dengan konsep state of the art dan modern, yang memiliki 43 lantai, dengan luas per lantainya sekitar 1.500m2.

Proyek lainnya dari Agung Podomoro Land (APL) adalah SOHO Pancoran yang merupakan proyek SOHO baru di Jakarta Selatan, dibangun oleh PT Cipta Pesona Karya (CPK) yang merupakan member dari Agung Podomoro Land (APL). Lokasi dengan total area seluas 7.700 m2, SOHO Pancoran dibangun sebanyak dua tower SOHO, yaitu South Wing dan North Wing Tower. Total unit yang dijual adalah 346 unit, dimana North Tower  sebanyak 108 unit, dan South Tower sebanyak 236 unit. Lokasi SOHO Pancoran sangat strategis, dekat dengan kawasan CBD Sudirman dan Kuningan.

Konsep SOHO ini sangat praktis, dinamis dan sesuai dengan kebutuhan kaum urban metropolitan. Tidak hanya di ibu kota, konsep ini juga sudah merambah kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Di Bekasi, Jawa Barat misalnya. PT Nusa Kirana selaku pengembang perumahan Villa Mutiara, kini sudah mulai mengembangkan sarana komersial SOHO CBD Meutia Kirana, yang ada di Kawasan Perumahan Villa Meutia Kirana, Jalan Cut Meutia, Bekasi, Jawa Barat. Pembangunan sarana komersial ini diproyeksikan selesai tahun 2017 mendatang.

Proyek dengan jumlah unit hanya 15 buah, SOHO eksklusif pertama di Bekasi ini memiliki arsitektur modern terdiri dari 4 lantai, dengan luas tanah 6×24 meter dan luas bangunan total 507 meter persegi. Terlihat saat ini perkembangan industri bisnis di Bekasi tumbuh begitu cepat. Diharapkan dengan dibangunnya SOHO ini dapat membangun kegiatan bisnis di Kota Bekasi

Kota lainnya yang sedang marak bangun SOHO adalah Surabaya, Jawa Timur. Seiring perkembangan ekonomi di kota Pahlawan yang begitu pesat dan semakin tingginya semangat enterpreneurship, adanya kebutuhan akan tempat usaha atau office space juga terlihat semakin meningkat sejalan dengan tuntutan profesionalisme dan persaingan antar pelaku usaha. Hal ini terjadi khususnya di skala menengah kecil, fenomena SOHO lantas berkembang menjadi pilihan populer sebagai segmen awal perkembangan perjalanan karier para pengusaha muda masa kini.

Salah satu proyek berjuluk SOHO di Surabaya adalah SOHO Skyloft besutan pengembang Ciputra Group. Proyek properti yang berada di kompleks Ciputra World Surabaya tersebut sudah mencapai tahap topping off dan akan diserahterimakan kepada pembeli pada akhir tahun ini. Direktur Ciputra World Surabaya Sutoto Yakobus mengatakan, tipe pembeli SOHO di Surabaya mayoritas merupakan anak muda dan profesional yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Konsep SOHO menjadi peluang yang sangat baik bagi pasar properti saat ini. Menurut konsultan properti Coldwell Banker Commercial, yang disampaikan kepada sejumlah media beberapa waktu lalu, tren produk properti komersial sekarang beralih dan sudah tidak lagi menggunakan rumah toko (ruko) sebagai tempat tinggal dan bisnis. Konsep SOHO direspons positif oleh pasar karena menawarkan dua manfaat sekaligus, yakni sebagai kantor sekaligus rumah. Keuntungan lainnya adalah harganya tercakup dalam satu nilai dan pemilik memperoleh hak istimewa untuk tinggal dan bekerja di satu tempat yang sama. Hal ini sangat menarik bagi kalangan professional muda terutama yang ingin tinggal di tengah-tengah kota. Konsep SOHO nampaknya semakin menjadi tren karena pertimbangan gaya hidup praktis untuk hunian masyarakat modern.

Terhadap perkembangan konsep SOHO dalam dunia properti, Alfred Pakasi, CEO Vibiz Consulting, menyampaikan bahwa hal ini merupakan suatu perkembangan tren yang baru. Disebutkannya juga bahwa dalam diskusinya dengan sejumlah eksekutif developer besar, mereka semula -pada saat mulai mengenalkan konsep produk SOHO- kurang menduga respon masyarakat kota bakal sepositif ini. Nampaknya telah terjadi pergeseran atau perubahan gaya hidup yang cukup cepat di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Pertimbangan kepraktisan, efisiensi waktu dan biaya, serta passion kerja yang kuat telah mendorong generasi pebisnis dan profesional muda untuk memilih hunian modern yang mendukung ritme kerja mereka yang kerap kali tidak mengenal waktu. “Perkembangan cepat ekonomi digital tentunya ikut mendukung gaya hidup demikian. Itu sebabnya SOHO menjadi pilihan menarik bagi kelompok menengah ini yang sedang terus bertumbuh, khususnya di kota-kota besar,” demikian menurut Alfred Pakasi kepada Vibiz Media.

 

Sumber : Vibiznews.com