login_hd
User Name

Password
lupa password?
New User
time_hd
  • Ruko Niaga Roxi Mas Blok E1 No.14-15, JL. Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, 10150. Indonesia
  • Hotel yang ditentukan kemudian
Waktu:
Selasa, Rabu dan Kamis
Kelas dimulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.
partner
Mengenal Konsep Pengembangan Waterfront

Mungkin kita masih awam mendengar istilah Waterfront Development kita pasti lebih mengenal istilah Green Development atau Green Property. Waterfront Development adalah konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau. Pengertian “waterfront” dalam Bahasa Indonesia secara harafiah adalah daerah tepi laut, bagian kota yang berbatasan dengan air, daerah pelabuhan (Echols, 2003).

Istilah Waterfront Development sebenarnya sudah lama di pakai untuk pengembangan beberapa kawasan perkotaan yang berada di dekat tepi air. Konsep pengembangan ini sudah di pakai oleh beberapa negara maju dan berkembang antara lain : Amerika serikat, Dubai, dan beberapa negara Eropa dan Asia lainnya. Pengembangan kawasan tepi air ini sebenarnya sudah mulai di kembangkan sejak tahun 1980 dan bermula di wilayah negara Amerika.

Pengembangan di Amerika serikat sendiri bermula dari pengembangan kawasan pelabuhan yang sudah tidak aktif lagi. Kawasan pelabuhan tersebut kemudian di ubah menjadi kawasan bisnis, hiburan bahkan permukiman. Sehingga lahan pelabuhan yang sudah tidak aktif menjadi lebih optimal.

Kini di Indonesia sendiri sedang dikembangkan pula Waterfront Development. Beberapa daerah sudah mulai mengembangkan daerahnya dengan konsep Waterfront Development antara lain : Manado, Makasar, serta beberapa daerah lain yang memiliki daerah tepian air. Melihat kondisi Indonesia sendiri yang notaben nya adalah negara kepulauan maka pantas jika daerah – daerah yang dekat dengan tepian air mengembangkan wilayahnya dengan acuan Waterfront Development karena selain mngoptimalkan lahan juga dapat menjadi area bisnis serta rekreasi tersendiri. Dengan begitu maka pemasukan daerah pun akan tetap terpenuhi.

Jenis – jenis Waterfront

Berdasarkan tipe proyeknya, waterfront dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu konservasi, pembangunan kembali (redevelopment), dan pengembangan (development).

- Konservasi
Adalah penataan waterfront kuno atau lama yang masih ada sampai saat ini dan menjaganya agar tetap dinikmati masyarakat.

- Redevelopment
Adalah upaya menghidupkan kembali fungsi-fungsi waterfront lama yang sampai saat ini masih digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan mengubah atau membangun kembali fasilitas - fasilitas yang ada.

- Development
Adalah usaha menciptakan waterfront yang memenuhi kebutuhan kota saat ini dan masa depan dengan cara mereklamasi pantai.


Fungsi Waterfront

Berdasarkan fungsinya, waterfront dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu :

- Mixed Used Waterfront
Adalah waterfront yang merupakan kombinasi dari perumahan, perkantoran, restoran, pasar, rumah sakit, dan/atau tempat-tempat kebudayaan.

- Recreational Waterfront
Adalah adalah semua kawasan waterfront yang menyediakan sarana-sarana dan prasarana untuk kegiatan rekreasi, seperti taman, arena bermain, tempat pemancingan, dan fasilitas untuk kapal pesiar.

- Residential Waterfront
Adalah perumahan, apartemen, dan resort yang dibangun di pinggir perairan

- Working Waterfront
Adalah tempat-tempat penangkapan ikan komersial, reparasi kapal pesiar, industri berat, dan fungsi-fungsi pelabuhan.

Kriteria - kriteria Waterfront

Dalam menentukan suatu lokasi terebut waterfront atau tidak maka ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menilai lokasi suatu tempat apakah masuk dalam waterfront atau tidak. Berikut kriteria yang ditetapkan :

- Berlokasi dan berada di tepi suatu wilayah perairan yang besar (laut, danau, sungai, dan sebagainya).
- Biasanya merupakan area pelabuhan, perdagangan, permukiman, atau pariwisata.
- Memiliki fungsi-fungsi utama sebagai tempat rekreasi, permukiman, industri, atau pelabuhan.
- Dominan dengan pemandangan dan orientasi ke arah perairan.
- Pembangunannya dilakukan ke arah vertikalhorisontal

Aspek- aspek yang Menjadi Dasar Perancangan Konsep Waterfront Development

Pada perancangan kawasan tepian air, ada dua aspek penting yang mendasari keputusan - keputusan rancangan yang dihasilkan. Kedua aspek tersebut adalah faktor geografis serta konteks perkotaan (Wren, 1983 dan Toree, 1989).

a. Faktor Geografis
Merupakan faktor yang menyangkut geografis kawasan dan akan menentukan jenis serta pola penggunaannya. Termasuk di dalam hal ini adalah Kondisi perairan, yaitu dari segi jenis (laut, sungai, dst), dimensi dan konfigurasi, pasang-surut, serta kualaitas airnya.
- Kondisi lahan, yaitu ukuran, konfigurasi, daya dukung tanah, serta kepemilikannya.
- Iklim, yaitu menyangkut jenis musim, temperatur, angin, serta curah hujan.

b. Konteks perkotaan (Urban Context) Adalah merupakan faktor-faktor yang nantinya akan memberikan ciri khas tersendiri bagi kota yang bersangkutan serta menentukan hubungan antara kawasan waterfront yang dikembangkan dengan bagian kota yang terkait. Termasuk dalam aspek ini adalah:

- Pemakai, yaitu mereka yang tinggal, bekerja atau berwisata di kawasan waterfront, atau sekedar merasa "memiliki" kawasan tersebut sebagai sarana publik.

- Khasanah sejarah dan budaya, yaitu situs atau bangunan bersejarah yang perlu ditentukan arah pengembangannya (misalnya restorasi, renovasi atau penggunaan adaptif) serta bagian tradisi yang perlu dilestarikan.

- Pencapaian dan sirkulasi, yaitu akses dari dan menuju tapak serta pengaturan sirkulasi didalamnya.

- Karakter visual, yaitu hal-hal yang akan memberi ciri yang membedakan satu kawasan waterfront dengan lainnya.

Perencanaan Waterfront Development di Indonesia

Dilihat dari prospek waterfront development sendiri sangat cocok dikembangkan di Indonesia melihat topografi Indonesia sebagai negara kepulauan. Kini konsep tersebut sudah banyak direncanakan oleh beberapa daerah antara lain:

- Manado
- Makasar
- Jakarta (Pantai Indah Kapuk dan Ancol)
- Pekan Baru

Kota – kota tersebut dalam pengembangan wilayahnya mencoba menerapkan konsep “Waterfront Development” melihat kedepan perencanaan pengembangan wilayah dengan menggunakan model tersebut memiliki potensi besar. Karena mencoba memanfaatkan potensi tepian danau, sungai ataupun lautan. Pengembangan ini nantinya akan meningkatkan minat pengunjung dari dalam maupun luar negeri ke daerah – daerah yang menerapkan Waterfront Development dengan begitu maka akan meningkatkan PAD daerah tersebut.


Pengembangan Fungsi Kawasan Yang Dapat Diterapkan

Di dalam Waterfront Development ada beberpa fungsi yang dapat diterapkan sehingga pengembangannya dapat berfungsi secara ekonomis dan efektif. Antara lain :

● Sebagai Kawasan Bisnis

Di dalam “Waterfront Development” dapat dikembangkan sebagai kawasan bisnis sebagai contoh di Canary Wharf salah satu bagian kawasan “London Docklands”. Di daerah tersebut terlihat di tepian air banyak gedung - gedung perkantoran serta kondominum. Kawasan tersebut dapat menjadi pusat bisnis.


Foto : propertyinvesting.net

● Sebagai Kawasan Hunian

Di dalam “Waterfront Development” dapat diterapkan pengembangan kawasan hunian di tepi air. Pengembangan hunian di tepi air tentunya harus melihat kondisi airnya tersebut pastinya airnya tidak berbau dan kotor karena jika terbangun hunian di lokasi tersebut dengan kondisi air yang buruk maka produk huniannya akan sulit terjual ataupun terhuni. Dalam pengembangan hunian di tepi air dapat di bangun produk rumah ataupun kondominium. Penerapan kawasan huian di tepi air dapat dilihat di daerah Port Grimoud - Prancis. Di sepanjang aliran sungainya banyak terbangun hunian bertingkat.




Foto : Villafleuron.com

● Sebagai Kawasan Komersial dan Hiburan

Di dalam “Waterfront Development” dapat pula dikembangkan sebagai kawasan komersial ataupun hiburan. Dengan kondisi air yang baik dan tidak berbau maka kawasan tersebut terjamin akan banyak di singgahi pengunjung. Selain itu pula dapat juga dibanguna area terbuka (plaza) di kawasan tersebut. Waterfront dengan konsep sebagai kawasan komersial dan hiburan ini pastinya akan sanagat digemarai oleh masyarakat perkotaan.

seketariat
Wika Raih Laba Tertinggi Sektor Konstruksi
PT Wijaya Karya Tbk (Wika) berhasil mencetak laba tertinggi untuk perusahaan konstruksi di Indonesia senilai Rp. 140,76 miliar pada Semester I 2010.
Kunci Sukses Pengembangan Shopping Center
Perkembangan properti komersial di kota-kota besar di Indonesia semakin menjamur terutama untuk pembangunan shooping center (pusat perbelanjaan), keberadaan pusat perbelanjaan merupakan dorongan dari trend gaya hidup masyarakat perkotaan yang kian berkembang.
5L Dalam Properti, Apakah Itu?
Properti kini menjadi suatu media investasi yang menarik serta menjadi kebutuhan yang diperlukan bagi masyarakat baik di perkotaan maupun daerah suburban. Keberadaan properti kini menjadi salah satu penyokong ekonomi suatu daerah serta negara.sehingga sudah pantas kini pembangunan properti menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat maupun daera
INTILAND Tunjuk Total Bangun Apartemen 1Park Residence
Pengembang propeti PT Intiland Development Tbk menunjuk PT Total Bangun Persada Tbk sebagai kontraktor utama pembangunan proyek Apartemen 1Park Residence yang berlokasi di Gandaria Jakarta Selatan.
Investor Berminat Kembangkan Konsep Ambon WFC
Sejumlah investor dalam dan luar negeri berminat untuk mengembangkan konsep Ambon Water Front City yang digarap pemerintah Kota Ambon untuk mengoptimalkan fungsi dan pengelolaan wilayah Pesisir dan Teluk Ambon secara terpadu.
Modal Pengembang Naik Signifikan Pasca Revisi TDL
Modal sejumlah pengembang apartemen dan perkantoran di Surabaya naik signifikan pascarevisi tarif dasar listrik (TDL).
Pengelola Gedung Mulai Laksanakan Penghematan Listrik
Pengelola gedung bertingkat yang diperuntukan bagi komersial maupun hunian mulai melaksanakan penghematan listrik sebagai konsekuensi kebijakan pemerintah untuk menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).
Penyediaan Rumah Masih Kurang 7,4 Juta
Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengungkapkan bahwa penyediaan rumah masih mengalami kekurangan sekitar 7,4 juta unit pada akhir tahun lalu.
17 Vendor Proyek Jembatan Suramadu Belum Dibayar
Sedikitnya 17 vendor dari proyek Jembatan Suramadu, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009, hingga kini belum dibayar oleh "Consortium of Indonesia Contractors" (CIC) untuk proyek senilai Rp100 miliar lebih.
Pasar Baru Akan Dibangun Gedung Pencakar Langit
Kawasan komersial Pasar Baru, Jakarta Pusat, akan dibangun gedung pencakar dengan berbagai kegunaan (mix use) dengan ketinggian mencapai 40 lantai.
Hanoi Akan Bangun Gedung Tertinggi kedua di Asia
Di Hanoi, Vietnam direncanakan akan dibangun gedung tertinggi kedua di Asia yaitu PVN Tower, gedung tersebut akan menjadi gedung tertinggi di Vietnam serta menjadi gedung tertinggi kedua di Asia setelah Burj Dubai, yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab.
Dampak Kenaikan TDL Pengelola Mal Kenakan Biaya Tambahan Sewa Hingga 25%
Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) kembali membuat rentetan (multiplier effect) kenaikan harga maupun tarif. Pada awal Agustus 2010 seluruh para pengelola mal akan menaikkan biaya service charge 10-25% terhadap para penyewa mal.
Regatta Wakili Keunggulan Properti Indonesia Di mata Dunia
Apartemen-apartemen di Indonesia kini saling menunjukan keunggulannya baik dari segi fasilitas maupun teknologi. Hal itu tak lain untuk menarik konsumen pasar properti. Pembangunan apartemen kini banyak terfokus di pusat kota terutama di Jakarta baik itu Jakarta pusat, selatan maupun kawasan CBD.
Investasi Properti Booming 2010-2014
Vibiz Property Business Academy (PBA) suatu lembaga Pelatihan Properti di bawah naungan Vibiz Consulting menyelenggarakan Seminar Investasi Properti yang bertemakan ? Booming Properti 2010-2014?. Pada hari Sabtu, 26 Juni 2010, bertempat di Panin Tower, Senayan City , Jakarta
Faktor Penentu Sebelum Membangun Real Estate
Pembangunan real estate kini semakin marak diberbagai penjuru Indonesia, terutama di kota-kota besar di Indonesia. Pembangunan ini tentunya tidak terlepas dari semakin kondusifnya kondisi perekonomian saat ini.

Pengembangan Properti Bali Harus Disertai Infrastruktur
Ketua Persatuan Real Estate Bali, Sukadhana Wendha, menyatakan, Bali masih sangat menarik untuk investasi di sektor properti namun harus disertai penyempurnaan infrastruktur pendukung.
SDM Properti Indonesia Harus Ditingkatkan
Tokoh senior properti Indonesia, Ciputra, menegaskan, kualitas dan daya saing SDM di sektor properti Indonesia harus semakin ditingkatkan jika ingin memenangi persaingan properti global.
Bank BRI Kerjasama Pembiayaan KPA Dengan Lippo
Bank BRI dan kelompok usaha PT.Lippo Karawaci mengadakan kerjasama pembiayaan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) untuk pembiayaan pembelian apartemen di mega proyek milik Lippo Karawaci, yakni Kemang Village Residences di Jakarta Selatan.
UU Pokok Agraria dan PMA Bertentangan
Undang-Undang No 5/1960 tentang Pokok Agraria bertentangan dengan UU No 25/2007 tentang Penanaman Modal Asing (PMA).
Perda Rusunawa Bekasi Belum Dibuat
Peraturan Daerah tentang penyewaan rumah susun sederhana sewa di Kota Bekasi belum dibuat, sementara keberadaannya sudah dimanfaatkan warga masyarakat.
Kepemilikan Rumah Asing, Mempunyai Banyak Efek Domino
Deputi Bidang Perumahan Formal Kementrian Perumahan Rayat, Zulfi Syarif Koto menyatakan bahwa ?kemungkinan hasil revisi PP No 41/1996 akan disampaikan pada kongres FIABSI di Bali bulan Mei 2010?, demikian menurut Zalfi kepada sebuah media minggu lalu.Hal ini merupakan penjelasan atas apa yang selama ini dinantikan para Pengembang yaitu tentang Pemi
Melirik Perkembangan Properti Negara Tetangga
Dunia properti terus mengalami perkembangan, hal tersebut dapat dilihat perkembangan produk-produk properti di berbagai negara di dunia begitu juga di beberapa negara di Asia Tenggara. Jika Melihat perkembangan properti di Indonesia memang kian mengalami perkembangan hal tersebut dikarenakan kebutuhan akan properti di indonesia kian meningkat seiir
PBA Langkah Tepat Peningkatan Ilmu Properti Bagi BTDC
Perkembangan dunia properti di Indonesia kini kian meningkat prospeknya pun kian menjanjikan oleh karena itu dibutuhkan suatu pengetahuan mendalam mengenai ilmu properti mulai dari konsep pendanaan, pengembangan hingga proses pengelolaanya.
Mengenal Konsep Pengembangan Waterfront
Mungkin kita masih awam mendengar istilah Waterfront Development kita pasti lebih mengenal istilah Green Development atau Green Property. Waterfront Development adalah konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau.
Fenomena Super-block Pada Pembangunan Properti di Jakarta
Pembangunan properti di Jakarta sampai saat ini masih memperlihatkan energinya. Walaupun diterpa oleh berbagai macam krisis mulai dari Krisis ekonomi global yang bersumber dari negara kapital Amerika serikat hingga ancaman krisis global jilid dua yang bersumber dari negara Dubai, keberadaan properti Jakarta masih menunjukan kebertahanannya. Hal ini
Rusunami, Rusunawa akan Kemana ??
Pengembangan Rusun (Rumah Susun) kini tengah digencarkan oleh pemerintah tepatnya Kementerian Perumahan Rakyat. Pembangunan rusun di seluruh Indonesia masuk kedalam salah satu program pemerintah pusat yang di kenal dengan nama ?Program Seribu Tower?.
Konsep ?Back To The City? Pada Apartemen
Saat ini pertumbuhan penduduk di Ibu Kota Jakarta memang sudah terlalu padat. Adanya kepadatan tersebut membuat kebutuhan akan perumahan di lingkungan perkotaan semakin besar. Adanya hal tersebut akhirnya menyebabkan lahan kosong di Jakarta semakin berkurang karena padat akan perumahan serta fasilitas ? fasilitas penunjang perkotaan.
Konsep Perumahan Hijau yang Menyenangkan
Sebenarnya konsep perumahan yang hijau alias ramah lingkungan sudah lama muncul. Namun hal ini menjadi sesuatu yang semakin marak di dunia properti akhir-akhir ini. Para pengembang sepertinya menyadari sesuatu hal yang membuat konsep ?green life? ini menjadi penambah nilai jual hunian.
Konsep Kawasan Terpadu di Indonesia
Vibiznews - Property) Kalangan ekspatriat, WNA dan kaum urban biasanya memilih untuk tinggal di apartemen atau kawasan terpadu. Alasan mereka adalah kepraktisan hidup dapat dicapai dengan tinggal di kawasan terpadu dibanding dengan rumah tinggal biasa.
Skill Interpersonal, Absolut Bagi Manajer
Skill interpersonal merupakan salah satu soft skill yang terpenting untuk dimiliki di dunia kerja. Tanpa skill interpersonal yang mumpuni, maka karir akan sulit menanjak. Bahkan, buruknya skill interpersonal juga ditemukan menjadi penyebab kegagalan manajer. Maka, skill ini mutlak harus dimiliki oleh seorang manajer.